GUNUNG SLAMET

Gunung Slamet (3.432 meter) adalah gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif.

Di kaki gunung ini terdapat sebuah kawasan wisata bernama Baturraden atau Batur Raden. Kawasan wisata ini biasa dicapai orang dari kota Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas.

Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Dalam buku yang berjudul "Three Old Sundanese Poems", terbitan KITLV Leiden tahun 2006, J. Noorduyn menyebutkan bahwa nama "Slamet" adalah relatif baru yaitu setelah masuknya Islam ke Jawa. Dengan merujuk kepada naskah kuno Sunda Bujangga Manik, Noorduyn menuliskan bahwa nama lama dari gunung ini adalah Gunung Agung.

Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar
»»  READMORE...

Minggu, 06 Juni 2010 di 22.58 , 0 Comments

gunung argopuro

Gunung Argopuro atau Argopura (3.088 m.dpl), termasuk jenis gunung yang mempunyai banyak puncak, terdapat ± 14 puncak di jajaran Pegunungan Iyang. Terletak di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dan berada dalam pengawasan Sub BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah Jember. Gunung Argopuro merupakan gunung yang mempunyai jalur pendakian terpanjang diantara jalur gunung-gunung di Pulau Jawa lainnya. Memiliki peninggalan bersejarah dari Zaman Prasejarah hingga masa pendudukan Jepang.
Jalur pendakian menuju Gunung Argopuro terdapat 2 jalur utama yang umum dipakai oleh para pendaki, yang pertama adalah lewat Baderan, Besuki atau lewat Desa Bremi, Probolinggo. Tapi umumnya para pendaki menggunakan Jalur Bremi, Probolinggo menuju Baderan Situbondo. Beberapa alasan adalah jalur tersebut lebih dekat menuju puncak, juga jika sekalian ingin melakukan pendakian Rally di sejumlah gunung-gunung yang berdekatan, biasa disebut Gorajen (Argopuro, Raung dan Ijen).
»»  READMORE...

di 22.51 , 1 Comment

gunung pangrango


Gunung Pangrango merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Pangrango mempunyai ketinggian setinggi 3,019 meter.

Gunung Pangrango juga merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Cereme, dan berada didalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya terletak persis bersebelahan dengan Gunung Gede.

Gunung Pangrango mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.


»»  READMORE...

di 22.44 , 0 Comments

PUNCAK JAYA


Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.
Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di
Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.
Nama-nama/ejaan lain:

Ngga Pulu ("Ngga" berarti gunung)
Gunung Carstensz
Piramida Carstensz
Puncak Carstensz
Puncak Jayakesuma
Puncak Piramida Carstensz
Ndugundugu
Tinggi
4.884 meter (16.023 kaki)
Letak
Papua , Indonesia
Rute pendakian termudah
Ilaga (jalur utara),Singa dan Tembagapura (jalur selatan)
»»  READMORE...

Sabtu, 05 Juni 2010 di 07.53 , 0 Comments

EIGER ADVENTURE


EIGER is the name of a Switzerland mountain (3.970 m above sea level) which is well known as one of the top three difficult mountain to climb in the world.EIGER MULTI PRODUCT INDUSTRY Ltd. was established in 1990 and it runs Adventure Business equipments trade marked as EIGER. The main products of EIGER include Bags, Clothing, Headwear, Footwear, Equipment and Accessories needed in adventure activities, besides those products, EIGER also selling branded adventure product equipments such as Singing Rock and Bluewater.EIGER distribution has now cover all of major island in Indonesia, it is distribute in trade mark is marketed in 1 adventure store, 13 showrooms and 79 counters throughout Indonesia.It has been a great pleasure for us that our product has reached several countries such as Singapore, Malaysia, Brunei and also Germany as our gateway to market EIGER Product in European Market.
Outer circle in blue color means "World", triangle in blue color means "Adventure", and the surface base in red color means "Spirit". Thus, the meaning of EIGER's logo is "The Spirit of Adventure World".
»»  READMORE...

di 07.46 , 0 Comments

HARI LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2010


Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 masih satu bulan lagi. Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya sejak PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah kordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang dibentuk PBB sejak 1977.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan)
. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, sebagaimana dilansir dari situs resmi UNEP akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur.
UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
Many Species. One Planet. One Future. Many Species. One Planet. One Future (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) merupakan tema yang diangkat dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2010.
Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.
Pemilihan tema hari Lingkungan Hidup memang senantiasa disesuaikan dengan berbagai moment lingkungan yang terjadi pada tahun itu. Ini mengingatkan saya akan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009 dengan tema “Your Planet Needs You – UNite to Combat Climate Change” yang disesuaikan dengan pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim yang berlangsung tahun itu.
”Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.
Meski 5 Juni 2010, Hari Lingkungan Hidup Sedunia masih sebulan lagi, tidak ada salahnya kalau kita memulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keragaman hayati mulai sekarang karena hanya dengan berbagi bersama jutaan spesies lainnya dalam satu planet inilah kita akan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
»»  READMORE...

di 07.39 , 0 Comments

PENDAKIAN GUNUNG RINJANI


Untuk menuju Gunung Rinjani, pendaki dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan feri dua kali (Selat Bali dan Selat Lombok). Hubungan udara terdapat pula dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau kawah di ketinggian 2.000 mdpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 500 mdpl dan 1.200 mdpl). Kebanyakan pendaki menyukai start entry dari arah Sembalun, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari arah Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 9 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.700 mdpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan
Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat.
Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.
»»  READMORE...

di 07.16 , 0 Comments

gunung arjuno


Gunung Arjuno (atau Gunung Arjuna, dalam nama kuna) terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Malang - Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.

Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.

»»  READMORE...

Minggu, 30 Mei 2010 di 21.04 , 0 Comments

puncak cartenz


Dari 189 orang yang mati dalam pendakian mereka, diperkirakan 120 orang dibiarkan tinggal di sana. Ini merupakan peringatan yang mengerikan bagi para pendaki. Alasan sederhana mengapa mayat-mayat pendaki dibiarkan berserakan di sana adalah terlalu sulit dan berbahaya untuk mencoba memindahkan mereka. Mencoba membawa tubuh orang mati atau pendaki yang terdampar akan memakan waktu yang terlalu lama dan membuat tim pendaki terhambat. Ini membuat usaha penyelamatan sama dengan bunuh diri.

Kebanyakan mayat terletak di "Zona kematian", area ini terletak di atas base camp terakhir di ketinggian 26,000 feet (8,000 meter). Banyak mayat yang membeku dengan tali masih melingkar di pinggang mereka. Mayat yang lain dalam keadaan membusuk, karena itu beberapa pendaki yang telah berpengalaman telah membuat suatu usaha untuk menguburkan mayat-mayat yang mudah dijangkau.

Pada tahun 2007 Ian Woodall, pendaki Inggris, kembali ke Everest untuk mengubur 3 mayat pendaki yang dia lewati dalam perjalannya menuju puncak. Salah seorang pendaki, seorang wanita bernama Francys Arsentiev, masih hidup ketika woodall menemukannya. Kata pertamanya adalah "jangan tinggalkan saya." Kenyataan yang menyeramkan, tapi, Woodall tidak dapat berbuat apapun untuk menolongnya tanpa membahayakan hidupnya sendiri atau hidup timnya. Dia terpaksa meninggalkan wanita itu untuk mati sendiri.
»»  READMORE...

di 20.47 , 0 Comments

pendakian gunung welirang


Puncak Gunung Arjuna dan G. Welirang terletak pada satu gunung yang sama. G. Arjuna dapat didaki dan berhagai arah; arah Utara (Tretes) melalui G. Welirang, dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta). Dari Surabaya kita naik bus jurusan Malang, turun di Pandaan dan ganti kendaraan (Colt) ke jurusan Tretes. Tretes merupakan tempat Wisata dan Hutan Wisata serta terdapat air terjun yang indah yaitu Air terjun Kakek Bodo. Di Tretes banyak tersedia hotel maupun Losmen, hawanya sejuk dan merupakan tempat peristirahatan yang nyaman.

Dan Pos PHPA Tretes kita dapat langsung rnendaki G. Welirang dan juga G. Arjuna. Setelah berjalan antara 4 – 5 jam ke arah barat daya dari Tretes kita dapat berhenti dan bermalam di pondok tempat orang mencari bijih belerang, disini kita dapat mengambil air dan memasak atau mandi, karena air cukup melimpah. Hampir setiap han sekitar 20 — 30 orang buruh mencari dan membawa batu belerang ke Tretes.

Besok paginya kita dapat mulai mendaki ke puncak G. Welirang atau berbelok kita langsung kearah G. Arjuna. Perjalanan dan pondok sampai ke puncak G. Welirang, akan melewati hutan Cemara yang jalannya berbatu. Setelah berjalan 3 jam kita akan sampai di puncak G. Welirang. Di bawah puncak G. Welirang ada sebuah kawah yang menyemburkan gas belerang. Perjalanan dari Tretes sampai ke puncak G. Welirang memakan waktu 7 – 8 jam.

Bila kita akan melanjutkan penjalanan menuju G. Arjuna maka setelah kita sampai di puncak G. Welirang kita berjalan turun ± 10 menit tepatnya ke arah selatan. Hutan yang dilalui adalah hutan cemara dengan melewati sebuah jurang dan pinggiran G. Kembar I dan G. Kembar II. Setelah berjalan 6 – 7 jam kita akan sampai di puncak G. Arjuna. Tetapi sebelumnya kita akan melewati tempat yang dinaniakan “Pasar Dieng”, ketinggiannya hampir sama dengan puncak G. Arjuna dan terdapat batu­ yang sebagian tersusun rapi seperti pagar dan tanahnya rata agak luas. Dari sini untuk ke Puncak G. Arjuna hanya memakan waktu ± 10 menit. Untuk mencapai G. Arjuna dan G. Welirang dibutuhkan waktu 5 sampai 6 jam.

Puncak G. Arjuna anginnya sangat kencang dan suhunya antara 5-10 derajat celcius. Disini kita dapat menikmati suatu Panorama yang sangat indah terutama bila malam hari, kita dapat melihat ke bawah, kota-kota seperti Surabaya, Malang, Batu, Pasuruan. serta laut utara dengan kerlipan lampu- lampu kapal.

Puncak G. Arjuna disebut juga dengan Puncak ‘Ogal-Agil’ atau ‘Puncak Ringgit. Setelah berkemah di puncak, besok paginya kita dapat turun ke kota Lawang atau ke arah timur dengan melewati Hutan Cernara, Hutan tropis dan perdu. setelah itu kita akan melewati Perkebunan Teh Wonosari bagian utara. Turun ke arah Lawang lebih dekat dan menyingkat waktu daripada kembali ke arah G. Welirang/Tretes. Perjalanan turin ke arah Lawang kurang lebih 6 jam.

Mendaki G. Arjuno dari kota Lawang merupakan awal pendakian yang praktis karena kota Lawang mudah sekali kita tempuh baik dan arah Surabaya maupun Malang, selain itu Puncak G. Arjuno dapat langsung kita tuju dan arah ini.

Bila kita menginginkan mendaki dari kota Lawang, dari arah Surabaya kita naik bus jurusan Malang dan turun di Lawang (kira-kira 76 Km) dan bila dari Malang, dari Terminal Arjosari kita naik bus menuju Lawang dengan jarak 18 Km.

Dan Lawang kita naik kendaraan umum (angkutan desa) menuju desa Wonorejo sejauh 13 km. Pendakian ke puncak dimulai dari desa ini menuju ke Perkebunan Teh desa Wonosari sejauh 3 km. Di sini kita melapor pada petugas PHPA dan juga meminta ijin pendakian, persediaan air kita persiapkan juga di desa terakhir ini.

Dari desa Wonosari terus berjalan dan melewati kebun teh Wonosari serta terus naik selama 3 – 4 jam perjalanan kita akan sampai di “Oro – Oro Ombo” yang merupakan tempat berkemah.

Dari ”Oro-oro Ombo” menuju ke puncak dibutuhkan waktu 6-7 jam perjalanan dengan melewati hutan lebat yang disebut hutan “LaliJiwo” untuk menuju puncak terakhir ini. Setelah kita melewati Hutan LaliJiwo kita akan melalui padang rumput yang jalannva menanjak (curam) sekali. Mendekati puncak, kita akan berjalan melewati batu-batu yang sangat banyak dan menjumpai tanaman yang sangat indah setelah itu kita akan mencapai puncak G. Arjuna.

Rute pendakian lainnya yaitu dari kota Batu lewat Selecta yang terletak di sebelah Barat G. Welirang. Kota Batu merupakan tempat wisata yang memiliki sumber air hangat dari kaki G. Welirang dan keadaannva tidak berbeda jauh dengan Tretes. Dari arah Kediri atau Malang untuk menuju Batu kita dapat naik bus/Colt, selanjutnya perjalanan dari Batu menuju Selecta menggunakan Colt (angkutan pedesaan). Selecta salah satu tempat wisata yang ada di kota Batu dengan ketinggian 1.200 m dari permukaan laut.

Setelah tiba di Selecta kita dapat bermalam haik di Hotel maupun Losmen. Besok paginya dengan colt, kita menuju desa Kebonsari. Di desa ini kita harus menyiapkan air secukupnya untuk perjalanan ke puncak dan kembalinya.

Kita memulai pendakian dengan melewati ladang sayur-sayuran dan jalan setapak menuju ke arah timur laut dan terus naik melewati hutan tropika, dalam perjalanan ini samar-samar akan terlihat puncak G. Arjuna.

Mendaki selama 5 – 6 jam akan mengantarkan kita pada punggungan gunung yang menghubungkan Puncak G. Welirang dan G. Arjuno, tepatnya sebelah tenggara G. Kembar I. Kita masih harus menempuh perjalanan 1 – 2 jam lagi untuk menujupuncak G. Welirang ke arah kiri atau G. Arjuno ke anah kanan selama 4 – 5 jam.

»»  READMORE...

di 20.35 , 0 Comments

pendakian gunung semeru


Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewatkota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.

Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.

Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.


»»  READMORE...

di 20.27 , 0 Comments

pendakian gunung lawu


Pendakian

Gunung Lawu sangat populer untuk kegiatan pendakian. Setiap malam 1 Sura banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak. Karena populernya, di puncak gunung bahkan dapat dijumpai pedagang makanan.Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, serta Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.

Pendakian dari Cemorosewu melalui dua sumber mata air: Sendang (kolam) Panguripan terletak antara Cemorosewu dan Pos 1 dan Sendang Drajat di antara Pos 4 dan Pos 5.Pendakian melalui Cemorokandang akan melewati 5 selter dengan jalur yang relatif telah tertata dengan baik.

Pendakian melalui cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.Jalur dari pos 3 menuju pos 4 berupa tangga yang terbuat dari batu alam. Pos ke4 baru direnovasi,jadi untuk saat ini di pos4 tidak ada bangunan untuk berteduh. Biasanya kita tidak sadar telah sampai di pos 4.

Di dekat pos 4 ini kita bisa melihat telaga Sarangan dari kejahuan. Jalur dari pos 4 ke pos 5 sangat nyaman, tidak nge-track seperti jalur yang menuju pos 4. Di pos2 terdapat watu gedhe yang kami namai watu iris(karena seperti di iris).Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu(bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya gag nguatin untuk pemula.

Di atas puncak Hargo Dumilah terdapat satu tugu.

»»  READMORE...

di 20.09 , 0 Comments

reboisasi untuk hutanku


Kerusakan hutan tropis yang terjadi di berbagai negara di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan bahkan dalam dua atau tiga decade yang akan datang diperkirakan akan mengalami ancaman kepunahan yang disebabkan karena penebangan liar (illegal logging), pengalihan fungsi lahan, eksploitasi hutan yang berlebihan, dan lain-lain. Sehingga pada awal tahun 1990-an para ahli lingkungan dari seluruh dunia mengadakan pertemuan di Rio de Jenero, Brasil yang pada intinya membahas mengenai langkah dan strategi yang harus dilakukan untuk melestarikan alam termasuk juga upaya mengurangi laju kerusakan atau penyelamatan hutan tropis tersebut.

Di Indonesia, laju kerusakan hutan mencapai 2,8 juta hektar per tahun dari total luas hutan yaitu seluas 120 juta hektar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Dari total luas hutan tersebut, sekitar 57 sampai 60 juta hektar sudah mengalami degradasi dan kerusakan sehingga sekarang ini Indonesia hanya memiliki hutan yang dalam keadaan baik kira-kira seluas 50% dari total luas yang ada. Kondisi semacam ini apabila tidak disikapi dengan arif dan segera dilakukan upaya-upaya penyelamatan oleh pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia maka dalam jangka waktu dua dasawarsa Indonesia akan sudah tidak memiliki hutan lagi (Mangrove Information Center, 2006).

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia mencapai 25% dari total luas hutan mangrove di seluruh dunia (18 juta hektar) yaitu seluas 4.5 juta hektar atau sebanyak 3,8 % dari total luas hutan di Indonesia secara keseluruhan. Sedikitnya luas hutan mangrove ini mengakibatkan perhatian Pemerintah Indonesia terhadap hutan mangrove sangat sedikit juga, dibandingkan dengan hutan darat. Kondisi hutan mangrove juga mengalami kerusakan yang hampir sama dengan keadaan hutan-hutan lainnya di Indonesia (Mangrove Information Center, 2006).
Penebangan hutan baik hutan darat maupun hutan mangrove secara berlebihan tidak hanya mengakibatkan berkurangnnya daerah resapan air, abrasi, dan bencana alam seperti erosi dan banjir tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat sirkulasi dan pembentukan gas karbon dioksida (CO2) dan oksigen O2 yang diperlukan manusia untuk kelangsungan hidupnya.
Kebanyakan orang (khususnya para pengusaha yang memperjualbelikan hasil kayu hutan, investor yang mengembangkan usahanya dengan menebang hutan dan digantikan dengan tanaman lainnya seperti kelapa sawit atau menggantinya denganusaha lain seperti tambak, dan oknum pejabat yang mengeluarkan ijin untuk penebangan kayu di hutan) menutup mata dan sama sekali tidak merasa bersalah dan berdosa terhadap bencana-bencana alam yang sudah, sedang dan akan terjadi sehubungan dengan kegiatan yang mereka lakukan. Miskinnya keperdulian dan kesadaran terhadap lingkungan bagi orang-orang tersebut harus ditingkatkan secara khusus di era yang sedang gencar-gencar membicarakan tentang global warming karena model pendidikan lingkungan yang biasanya dilakukan sudah tidak mampu lagi untuk menyadarkan manusia-manusia serakah tersebut yang cendrung mengkorbankan kepentingan orang banyak demi kepentingan pribadi dan keluarganya. Dapat diyakini bahwa orang tersebut memiliki kontribusi yang banyak terhadap global warming yang terjadi sekarang ini sehingga mereka sepantasnya mendapatkan ganjaran yang setimpat atas perbuatannya. Berani dan mampukah aparat penegak hukum di Indonesia untuk menindak tegas para oknum ini demi keselamatan dan keberlangsungan alam serta kepentingan dan kelangsungan hidup manusia di Indonesia dan dunia?

Fakta kerusakan hutan khususnya mangrove dapat dilihat dengan jelas di Bali. Pembabatan hutan mangrove secara besar-besaran mulai dari Desa Pesanggaran sampai dengan Desa Pemogan (perbatasan antara Kota Denpasar dan Kabupaten Badung) yang dilakukan sebelum tahun 1990an yang dilakukan oleh investor yang bergerak dalam bidang usaha tambak udang telah mengakibatkan berkurangnya luas area hutan mangrove secara drastis di wilayah tersebut. Pada awal perkembangannya tambak-tambak udang tersebut memang menguntungkan dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakt lokal. Tetapi, setelah beberapa tahun beroperasi, tambak-tambak tersebut mulai mengalami kerugian sehingga mengakibatkan kebangkrutan yang berujung pada penutupan usaha pertambakkan.
Hengkangnya para investor tambak udang tersebut meninggalkan bekas dan luka yang mendalam dan berkepanjangan bagi lingkungan di tempat tersebut sampai sekarang. Pohon mangrovepun tidak bisa tumbuh lagi khususnya ditempat-tempat pemberian makanan udang karena kerasnya bahan kimia yang dipakai untuk membersarkan udang secara instant. Sedangkan investor-investor tersebut sudah menghilang entah kemana?

Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kehutanan mengeluarkan beberapa kebijakan (policy) yang diharapkan mampu menyelamatkan kekayaan alam berupa hutan tropis yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Salah satu kebijakannya adalah tentang upaya penyelamatan hutan mangrove yang selanjutnya pada tahun 1992 dibentuk Pusat Informasi Mangrove (Mangrove Information Center).

Mangrove Information Center (MIC) merupakan proyek kerjasama antara Pemerintah Indonesia melalui Proyek Pengembangan Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari dan Pemerintah Jepang melalui Lembaga Kerjasama Internasional Pemerintah Jepang melalui Japan International Corporation Agency (JICA).

Proyek kerjasama ini terdiri dari beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai pada tahun 1992 dan berakhir tahun 1997. Pada tahapan ini, Pemerintah Jepang mengirim team untuk melakukan identifikasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan dilakukan. Dari hasil identifikasi ini, dibentukalan team bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dan selanjutnya sepakat untuk membangun Proyek Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari. Proyek ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengekplorasi teknik-teknik reboisasi yang bisa dilakukan untuk pemulihan (recovery) kondisi hutan mangrove yang sudah mengalami kerusakan. Teknik yang ditemukan adalah tentang bagaimana cara persemaian bibit dan penanaman mangrove. Selain itu, diterbitkan juga buku panduan penanaman mangrove. Hasil yang dicapai pada tahap ini adalah penentuan model pengelolaan hutan mangrove lestari, penerbitan beberapa buku seperti; buku panduan (guide book) persemaian bibit dan penanaman mangrove, buku-buku yang berkaitan dengan mangrove, dan reboisasi atau penanaman mangrove seluas 253 hektar di kawasan Taman Hutan Raya (TAHURA).

Usaha reboisasi hutan mangrove yang telah dilakukan oleh The Mangrove Information Center memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung karena persediaan untuk konsumsi oksigen sudah tersedia di tempat ini dan meningkatkan rasa aman dari bencana tsunami bagi masyarakat yang berdekatan dengan hutan mangrove tersebut. Selain itu, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan mangrove semakin meningkat. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya sekolah-sekolah (dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi) dan industri pariwisata dengan secara sukarela untuk ikut serta menanam pohon mangrove di beberapa tempat seperti di kawasan konservasi The Mangrove Information Center dan Pulau Serangan yang bibit-bibit pohon mangrovenya disediakan oleh pihak The Mangrove Information Center. Usaha lain yang dilakukan oleh The Mangrove Information Center untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan adalah dengan membuka kegiatan wisata alam (ecotourism) sehingga masyarakat dapat melihat, menikmati dan berinteraksi dengan lingkungan secara langsung di kawasan hutan mangrove tersebut.
»»  READMORE...

Jumat, 23 April 2010 di 17.49 , 0 Comments

satu hari untuk bumi

Pagi hari, Kamis (22/4), pengguna Jl Veteran dan Jl Bogor, Malang, disuguhi pemandangan menarik. Di sisi jalan berjajar rombongan anak yang memakai busana tradisional. Awalnya, orang akan mengira anak-anak itu tengah memperingati Hari Kartini. Namun, saat melihat tangan mereka membawa bibit-bibit pohon dalam polybag ukuran kecil, orang yakin jika mereka tak cuma memperingati hari tersebut.

Anak-anak itu didampingi orang tua masing-masing. Mereka menghentikan kendaraan yang lewat. Biasanya orang akan menggerutu jika perjalanannya terganggu, tetapi kali ini para pengguna jalan tersenyum bahkan berterima kasih. Betapa tidak, mereka mendapatkan bibit pohon gratis.

Senyum juga tersungging di bibir anak-anak itu. Meski tak selalu terucap, pesan kecil mereka sampaikan saat membagikan pohon-pohon muda. “Ayo Om-Tante, Bapak-Ibu, Mas-Mbak, hijaukan bumi!”

Rombongan unik itu adalah anak-anak SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Mereka sedang memperingati HUT ke-24 sekolah mereka, Hari Kartini, Hari Buku sekaligus Hari Bumi. Tanggal 22 April dicanangkan sebagai hari menyayangi dan berterima kasih pada bumi. Tak banyak yang tahu tentang itu. Kalau toh tahu, tak banyak yang peduli, apalagi yang mau repot-repot memperingatinya dengan aksi nyata. Sungguh ironis!

Hari itu, saya lewat pula di jalan itu. Sambil menerima bibit gratis dari anak-anak yang manis, pikiran saya mengingat sesuatu. Sejak meninggalkan rumah sampai tiba di Jalan Bogor, saya melihat banyak hal yang berlawanan dengan kegiatan itu. Di satu kampung tampak sampah teronggok tak karuan, di jalan besar kesibukan pekerja membangun tembok beton berlangsung tanpa henti. Lahan hijau pun berubah menjadi ruko dan rumah. Melewati sebuah jembatan, mata dipaksa melihat orang buang hajat di sungai yang keruh. Belum lagi kegiatan yang boros air dan energi, serta kesemerawutan kendaraan penyebab polusi. Tentu saja saya tak cuma melihatnya pada hari ini!

Membayangkannya, tiba-tiba saya menjadi ngeri. Kegiatan perusakan bumi terjadi dalam hitungan detik, sedangkan kegiatan merawat bumi hanya diadakan sesekali. Kesimpulannya, kecepatan perusakan terhadap bumi terjadi bagaikan deret ukur. Sedangkan upaya manusia merawat bumi bagaikan deret hitung.

Setiap hari bumi teraniaya oleh ulah manusia. Bertambahnya jumlah penduduk membuat kebutuhan sumber daya alam meningkat tajam. Hutan-hutan menciut drastis, mineral dieksploitasi seolah tak ada hari esok. Air yang dulu dianggap sebagai sumber alam tak terbatas, kini menjadi komoditi mahal. Permukaan tanah menurun, iklim kacau dan suhu bumi memanas. Suatu daerah kebanjiran, daerah lain kekeringan. Bencana ekologis menghantam manusia. Harga kemajuan fisik ternyata sangat mahal!

Memang, kesadaran memelihara bumi semakin tumbuh. Semakin banyak orang yang mengabdikan diri untuk lingkungan. Akan tetapi jumlah mereka tak sebanding dengan jumlah orang-orang rakus yang terus membuat kerusakan. Mahatma Gandi pernah mengatakan “The earth is enough for human life, but not enough for human greedy”!

Setelah menerima bibit pohon saya segera pulang, untuk menunaikan amanat dari anak-anak manis pewaris bumi.n

»»  READMORE...

di 17.36 , 0 Comments

rapeling


salam rimba......................................

rapeling adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh seluruh anggota pecinta alam, yaitu teknik memanjat tali. biasanya rapeling dilakukan di gedung yang tinggi, tebing, bisa juga dilakukan di jembatan. alat yang digunakan untuk rapeling seperti, tali sekitar 40 meter,karabiner, tali jiwa, tali perusik. anda bisa membeli alat alat tersebut di toko eiger. dengan rapeling kita bisa menghilangkan rasa takut akan ketinggian, mengacu adrenalin kita.
»»  READMORE...

Selasa, 23 Maret 2010 di 15.44 , 0 Comments

tips packing


tips nya adalah ketika packing kita harus serapih mungkin. Lipatlah baju dengan sangat rapih. Ada bagusnya sebelum dimasuk kedalam tas, pakaian kita dimasukan terlebih dahulu ke kantong plastic. Untuk mencegah jika kehujanan pakaian kita didalam tidak basah. kecuali jika kamu travelling pakai koper anti air ya
Baju kotor, nah ini dia biangnya masalah. Biasanya baju kotor yg menyebabkan tasnya jadi gak muat. Yang namanya baju kotor sering dianggap remeh dan gak penting. Hormatilah baju kotor. Baju kotor harus dilipat lagi seperti ketika kita membawa baju bersih, walaupun tidak usah serapih baju bersih, tetap harus di lipat dengan baik.
Pisahkan baju kotor basah dengan baju kotor kering. Karena baju basah akan menimbulkan bau.
TRICK
ada bagusnya untuk memecah menjadi beberapa kantong plastic, misalnya baju khusus tidur kita pack 1 kantong, handuk kita pisahkan sendiri karena ketika traveling terkadang belum sempat menjemur handuk sampai kering, kita harus berpindah tempat lagi. dengan memisahkan pakaian menjadi beberapa kantong juga akan memudahkan kita ketika ingin mencari pakaian, sehingga tidak perlu mengacak-acak seluruh isi tas.
Dan yang terakhir untuk menjaga baju tetap rapih, adalah dengan cara menggulung baju seperti roll.
bukan satu per satu baju digulung seperti roti. Ini malah akan membuat tas jadi tidak muat. jika anda membawa 10 baju, digulung lah secara bersama-sama. sehingga baju menjadi padat. dan kemungkinan kusut pun menjadi berkurang.
»»  READMORE...

Sabtu, 06 Maret 2010 di 07.44 , 0 Comments

gunung penanggungan


pernakah kalian ke gunung penanggungan, ini adalah foto saya dan PA BHAWANA JAYA yang mendaki gunung penanggungan, saya akan menceriatakn sedikit tentang gunung penanggungan, gunung ini terletak di Trawas, Kabupaten Mojokerto, ini adalah salh satu gunung kering di jawa timur, lama pendakian gunung ini kurang lebih 2 jam dari warung mak Ti yang ada di kaki gunung. setelah 2 jam perjalanan kita sampai di puncak banyangan. Di sana kita bisa mendirikan tenda untuk beristirahat. oh ya temand temand usahakan kalau mendaki gunung ini, pada waktu malam hari karena bisa menghemat stamina anda dan kalau anda mendaki pada siang hari memungkinkan udara gunung penanggungan sangat panas. Setelah sampai di puncak bayangan kita bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung. dalam waktu 30 menit saja kita bisa sampai di puncak gunung, tapi anda harus berhati hati karena kemiringan gunung ini adlah 65 derajad dan jalanan menuju puncak sangat curam. jika anda ingin mendaki gunung penanggungan anda bisa bergabung bersama kami di :

PA BHAWANA JAYA 

»»  READMORE...

Sabtu, 06 Februari 2010 di 08.06 , 0 Comments

my adventure


assalamualaikum selamat datang didunia ku didunia. saya akan bercerita tentang duniaku duniaku adalah dunia penuh pengalaman. banyak orang mengatakan kegiatanku adalah kegiat yang sia sia tanpa ada artinya dan hanya membuang buang waktu saja itu adlah perkataan orang yang tidak tahu keindahan dunia yag sesunggunya, mereka hanya berfoya foya menghabiskan uang orang tua di mall, di tempat bermain saja. untuk dapat mengikuti kegiatannku anada dituntut memiliki fisik dan mental yang kuat.
nah sekarng aku akan menjelaskan kegiatan yang ada di foto ini. kegiatan yangada difoto ini adalah kegitan scraft hiaju/ reboisasi, kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang ada di organisasi PA BHAWANA JAYA, kegiatan ini dilaksanakan dipulau sempu yaitu pulau yang letaknya paling selatan dari kota malang. kiata bisa kesana melalui pelabuhan Sendang biru. untuk naik kesaa kita bisa menggunakan perahu motor kiar kira 15 menit dari Sendang biru. setelah sampai di pilau sempu kita melakukan perjalanan kaki selama 2 jam. setelah itu sampailah kita di segoro anakan disinilah tempat kita camping. disan banyak selkali hal hal seru seperti, bisa langsung bisa melihat keadaan Samudara Hindia yang indah dan bisa melihat ikan lumba lumba yang melompat dari laut seperti orang yang menari. kalu anda ingin pengalamana seru lainnya teman teman bisa langsung ikut ke organisasi saya yaitu :
P.A BHAWANA JAYA
»»  READMORE...

Jumat, 05 Februari 2010 di 18.09 , 0 Comments

my adventure


Hello friend welcome to my live.nama saya Oscar di sini anda akan mendapatkan pengalaman baru mengenai duniaku. banyak orang mengatakan kalau hal yang aku kerjakan adalah hal yang sia sia dan tidak ada artinya dan hanya menghabis habiskan waktu saja . Itu adalah perkataan dari orang yang tidak mengerti tentang keindahan dunia, mereka hanya bisa berkeliling mol sambil menghabiskan uang orang tua. kalau teman-teman mengikuti duniaku pasti teman teman akan mengerti tentang keindahan alam di dunia ini sangat luas dan elok untuk dipandang, dan akan menjadi pribadi yang mandiri .
kegiatan yang saya ikuti ini selain harus memiliki fisik yang kuat, kita dituntut mempunyai mental yang kuat juga. mengapa kita harus mempunyai mental yang kuat
Nah aku akan menjelaskan kegiatan yang ada di foto ini. kegiatan ini adalah kegiatan rutin bhawana jaya yaitu "scraff hijau " yang terletak di pualu Sempu, yaitu pulau yang terletak di bagian selatan pulau malang. untuk bisa sampai di pulau ini kita bisa menebrang melalui Sendang biru. Lama perjalannya kita kurang lebih 15 menit dengan naik perahu motor. setelah sampaai dipulau Sempu tempat yang kita singgahi adalah Waru-Waru, dari tempat ini kita harus berjalan sepanjang 2 km untuk menuju tempat camoing yaitu di segoro anakan, pesan saya kalu teman- teman ingin campin disan usahakan anda membawa bivak, , senter, makanan secukupnya, air minum yang cukup banyak. Kita diharuskan membawa bivak karena disana hujan turunnya itu tidak menentu seperti, hujan 5 menit terus berhenti lalu hujan lagi. kita diharuskan juga membawa senter karena disana tidak ada penerangan sama sekali. di haruskan membawa air yang cukup banyak, karena disana tidak ada sumber mata air, ada sich ada sumber mata air tetapi sangat jauh sekali yaitu di telaga lele. disana kita bisa melihat Samudra Hindia yang sangat luas nan indah, selain itu kita bisa melihat gerakan ikan lumba-lumba yang melompat lompot seperti penari . selain di segoro anakan kita bisa mengunjungi banyak panti seperti, pantai kembar, pantai kembar. nah temand temand datang lah kesana pasti anda akan mendapatkanpenglaman yang tak bisaterlupakan
»»  READMORE...

di 17.30 , 0 Comments